Ida Bagus Sogatha Upadana:
Pemuda Berbakat Gianyar yang Mengukir Prestasi Wushu Hingga Kancah Internasional
GIANYAR – Di tengah pesona budaya dan seni Kabupaten Gianyar, lahir seorang pemuda muda yang namanya mulai bersinar terang di dunia olahraga bela diri. Ida Bagus Sogatha Upadana, putra pasangan Ida Bagus Putu Mahardika dan Ida Ayu Sri Wulandari, lahir di Denpasar pada 1 Juni 2012. Berdomisili di lingkungan Batuyang, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, ia tumbuh menjadi sosok anak yang cerdas, aktif, dan memiliki semangat juang luar biasa.
Perjalanan pendidikannya dimulai di TK Dharma Sentana Batuyang, dilanjutkan ke SD Jambe Agung Batubulan, dan kini menempuh pendidikan di SMP Negeri 3 Sukawati. Di sela-sela kesibukan belajar, Sogatha memiliki hobi bermain game strategi populer Mobile Legends: Bang-Bang. Bagi ia, hobi ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana melatih ketajaman berpikir, strategi, serta nilai kerja sama tim—kemampuan yang juga ia terapkan secara disiplin di dunia olahraga.
Bagi Sogatha, kunci keberhasilan selalu ia pegang teguh dalam kalimat penyemangatnya: “Kerja keras, disiplin, dan pantang menyerah adalah kunci mengubah mimpi menjadi kenyataan. Setiap latihan adalah langkah menuju kemenangan yang lebih besar.”
Prinsip inilah yang membawanya meraih sederet prestasi gemilang dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga internasional dalam kurun waktu 2023 hingga 2026.
Jejak Prestasi: Awal Langkah dan Kejayaan
Tahun 2023: Memulai Langkah dengan Beragam Keberhasilan
Tahun ini menjadi titik tolak di mana bakat Sogatha mulai teruji dan diakui secara luas, tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga akademik:
- Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (PORSENI) Provinsi Bali: Meraih Juara III kategori Taolu Junior A Jiti / Beregu Putera Tingkat SD, cabang olahraga Wushu. Kompetisi yang digelar di Denpasar ini menjadi bukti awal kemampuannya bersaing di tingkat provinsi.
- Olimpiade Pelajar Nasional Denpasar Mengajar: Membuktikan keunggulan akademik dengan meraih Medali Perak pada mata pelajaran Bahasa Inggris untuk jenjang Kelas 3–4 SD/MI.
- Bali Kungfu Festival III & Bali Taiji Quan Festival II: Kembali menambah koleksi penghargaan dengan meraih Juara II kategori Beregu Tradisional, ajang yang diselenggarakan di Lippo Mall Kuta.
- Turnamen Nasional Mobile Legends: Bang-Bang Season 4: Turut berpartisipasi dan menguji kemampuan di kancah kompetisi gim tingkat nasional yang diadakan di Tasikmalaya.
Tahun 2024: Mengukir Nama di Panggung Internasional
Puncak pencapaian besar diraih Sogatha pada tahun ini, saat ia membawa nama Bali bersaing dengan atlet-atlet dari berbagai daerah dan negara:
- The 1st Indonesia International Kungfu Championships (INA IKC) 2024: Berhasil meraih Medali Perunggu pada kategori Guan Dao Group Ci Male. Kompetisi tingkat internasional ini berlangsung di Kuta – Bali, dan Sogatha mewakili kontingen Wushu Gianyar, membuktikan bahwa kualitasnya mampu bersaing di kancah dunia.
Tahun 2025: Mendominasi Ajang PORSENIJAR Gianyar
Pada ajang bergengsi Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (PORSENIJAR) Kabupaten Gianyar, Sogatha tampil sangat gemilang dan menguasai berbagai kategori jurus Wushu saat mewakili Kecamatan Sukawati:
- Juara I – Jurus Golok Selatan (Chuji Nandao) Tingkat SD
- Juara II – Mok Yang Jong Tingkat SD
- Juara III – Baji Quan Tingkat SD
Tiga penghargaan sekaligus ini membuktikan keahliannya yang luas, mendalam, dan konsisten dalam menguasai berbagai jenis jurus Wushu.
Tahun 2026: Naik Kelas, Tetap Menjadi yang Terbaik
Seiring bertambahnya usia dan masuk ke jenjang pendidikan SMP, Sogatha kini berkompetisi di kelompok usia yang lebih tinggi, yaitu 13–15 tahun. Pada ajang Kejurkab Kelompok Umur KONI Gianyar 2026, ia kembali membuktikan dirinya tetap menjadi yang terdepan:
- Juara I – kategori Wingchun Bart Cam Dao B Putra
- Juara II – kategori Wingchun Mok Yan Jong B Putra
Di Balik Medali: Disiplin dan Keseimbangan Hidup
Keberhasilan Ida Bagus Sogatha Upadana bukanlah kebetulan. Di balik setiap piagam dan medali yang ia raih, terdapat proses panjang latihan keras, pengulangan teknik hingga mahir, dan manajemen waktu yang sangat baik. Ia mampu menyeimbangkan tanggung jawab sebagai pelajar, dedikasi sebagai atlet, serta kehidupan sehari-hari.
Sogatha juga menjadi contoh nyata bagi generasi muda bahwa budaya tradisional dan kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan. Ia membuktikan bahwa hobi bermain gim tidak mengganggu prestasi, justru melatih ketangkasan berpikir yang berguna dalam olahraga, sementara latihan Wushu mengajarkan kedisiplinan dan penghormatan terhadap nilai budaya.
Harapan Masa Depan
Di usia yang masih sangat muda, Sogatha telah menorehkan sejarah yang membanggakan bagi Gianyar dan Bali. Ke depannya, ia bercita-cita untuk terus mengasah kemampuan, menembus kancah kompetisi yang lebih tinggi lagi, dan suatu saat menjadi inspirasi serta pembina bagi bibit-bibit atlet muda lainnya.
Kisah Ida Bagus Sogatha Upadana adalah bukti bahwa dengan tekad yang kuat, disiplin, dan kerja keras, anak daerah mampu bersinar tidak hanya di lingkungan sekitar, tetapi juga di kancah nasional maupun internasional. Namanya kini tercatat sebagai salah satu atlet muda berbakat yang patut ditunggu kiprah selanjutnya di dunia olahraga Indonesia.