Ida Bagus Sogatha Yogananda, putra dari pasangan Ida Bagus Putu Mahardika dan Ida Ayu Sri Wulandari, lahir di Gianyar pada tanggal 19 Desember 2013. Ia merupakan anak yang tumbuh di lingkungan keluarga yang mendukung penuh bakat dan minatnya, beralamat di Banjar Dinas Tangkeban, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Sebagai warga negara Indonesia yang beragama Hindu, Sogatha—begitu ia akrab disapa—telah menorehkan banyak prestasi gemilang di dunia olahraga, khususnya cabang Wushu, sejak usia dini.
Perjalanan pendidikan anak yg disapa Gus Anand dimulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak. Ia pernah menempuh pendidikan di TK Dharma Sentana, Batuyang, Sukawati, sebelum kemudian melanjutkan ke TK Jambe Agung, Batubulan, Sukawati. Kini, ia menempuh pendidikan dasar di SD Jambe Agung, Batubulan, Sukawati, tempat di mana bakat olahraganya mulai terasah dan berkembang pesat. Di sela-sela kesibukan belajar dan berlatih, Sogatha memiliki hobi bermain Minecraft dan Mobile Legends, dua permainan yang menjadi cara favoritnya untuk bersantai dan mengasah kemampuan berpikir strategis.
Namun, nama Gus Anand semakin dikenal luas bukan hanya karena prestasi akademiknya, melainkan karena dedikasi dan bakat luar biasanya di cabang olahraga Wushu. Ia tercatat sebagai atlet andalan kontingen Wushu Gianyar, dan telah mengukir sederet prestasi membanggakan di berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional dan internasional.
Prestasi pertamanya yang tercatat adalah pada tahun 2023, saat ia meraih Juara III kategori Taolu Junior A Jiti / Beregu Putera Tingkat SD pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (PORJAR) Provinsi Bali. Di akhir tahun yang sama, tepatnya pada Desember 2023, ia kembali mengharumkan nama daerah dengan mendapatkan Juara II kategori Beregu Tradisional dalam ajang Bali Kungfu Festival III dan Bali Taiji Quan Festival II, yang berlangsung di Lippo Mall Kuta, Badung.
Tahun 2024 menjadi tahun keemasan bagi Sogatha. Pada ajang bergengsi 1st Indonesia International Kungfu Championships (INA IKC) yang digelar di Kuta, Bali, ia pulang membawa tiga medali sekaligus: Medali Emas untuk kategori Wing Chun - Mok Yan Jong Group B Male, serta dua medali Perunggu masing-masing dari kategori Wing Chun - Siu Nim Tau Group B Male dan Baji Quan Group B Male. Tak berhenti di situ, di pertengahan tahun yang sama, ia juga meraih Juara III kategori Senjata Pendek Perguruan Usia 10–12 Tahun Putra pada Kejuaraan Nasional Kungfu Indonesia yang diselenggarakan oleh Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia. Belum lama berselang, ia juga meraih Juara 2 kategori Jiti (Grup) pada Suryatama Wushu Competition 2024 di Beachwalk, Kuta.
Prestasi gemilang itu terus ia pertahankan dan tambah di tahun-tahun berikutnya. Pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (PORSENIJAR) Kabupaten Gianyar tahun 2025, Sogatha mendominasi cabang Wushu dengan meraih Juara I kategori Mok Yang Jong Tingkat SD, serta dua gelar Juara II masing-masing dari kategori Jurus Golok Selatan (Chuji Nandao) dan Baji Quan.
Memasuki tahun 2026, konsistensi Sogatha semakin terbukti. Pada Kejurkab Kelompok Umur KONI Gianyar, ia kembali menambah koleksi pialanya dengan meraih Juara I kategori Taolu Quan C Putra (Kelompok Umur 7–12 dan 13–15), serta dua gelar Juara II dari kategori Chuji Nan Dao C Putra Ku 7–12 dan Chuji Nan Gun C Putra Ku 7–12.
Di balik segala keberhasilan itu, Sogatha dikenal sebagai sosok anak yang rendah hati, disiplin, dan sangat gigih dalam berlatih. Dukungan penuh dari orang tua, Ida Bagus Putu Mahardika dan Ida Ayu Sri Wulandari, serta bimbingan para pelatih di kontingen Wushu Gianyar menjadi modal utama baginya untuk terus berkarya. Bagi Gus Anand, Wushu bukan sekadar olahraga, melainkan seni bela diri yang mengajarkan kedisiplinan, keberanian, dan rasa hormat.
Sebagai atlet muda berbakat kelahiran 2013, Ida Bagus Sogatha Yogananda diprediksi akan menjadi salah satu tumpuan olahraga Bali, khususnya Wushu, di kancah nasional maupun internasional di masa depan. Ia adalah bukti nyata bahwa bakat yang dibarengi dengan kerja keras dan dukungan lingkungan akan melahirkan prestasi yang luar biasa. Gianyar pun patut berbangga memiliki putra daerah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda lainnya untuk berani bermimpi dan berjuang mewujudkannya.